Pages

Monday, 22 June 2015

Letter for Monika


hai ,monika,Apa Kabarnya kamu?

Setelah lama kita tidak bertemu,hari ini aku tuliskan surat untukmu.
  Aku harap kamu bisa membacanya, ^_^

Tapi tenang aku sudah tobat kok,Sekarang aku sudah bukan lagi salah satu dari penganut  Deztyptuzcintagragragnaxnthu Ndpnindtbeudthblezzdndam,
Iya,Apa kamu tahu,
hal ini aku lakukan,agar kamu tidak sakit-sakitan lagi setelah membaca tulisan ku lho?

  Monika,Tahukah kamu?Hari ini adalah tepat 6 tahun setelah kita berpisah,
sekarang aku sudah mulai di tumbuhi kumis tipis,dan jakun aku juga seperti nya sudah tampak mulai tumbuh,
Sepertinya aku sudah bisa di bilang dewasa.!
Kamu juga bertambah dewasa kan?
 Aku harap begitu. 

Dan aku harap kamu juga tidak melupakan ku.

Oh,iya kamu tahu tidak?
tadi malam aku bertemu dengan mu ,ternyata kamu sudah benar benar bertambah dewasa,
Dan sepertinya aku telah jatuh cinta lagi untuk yang ke 2 kalinya kepadamu.
*dan lagi semua lewat mimpi*

Ya,karena aku tahu di dunia nyata suneo yang mengidap  tumor otak tidak akan bisa di cintai maudy ayunda.
tapi setidaknya di dalam mimpi kita bisa saling mencintai.

*Kreeeeennngggg*Oh tidak , I hate this,
Jam wekerku sepertinya membangunkanku terlalu cepat,
 Monika,memang ya,kalau terlalu menyenangkan waktu kadang bisa kejam,
dengan ,membiarkan hal hal menyenangkan berlalu begitu cepat.

Tapi T_T , Kamu jangan kapok & sungkan  ya,
untuk berkunjung  kedalam mimpiku lagi ^_^

Oh,iya monika,
  Orang bilang kita tidak akan pernah tahu rasanya kehilangan selama kita belum pernah merasakan kehilangan.
Iya ,aku rasa itu ada benarnya,

 dan Saat aku menulis surat ini,Seperti siluet yang hadir bersamaan dengan materi gelap,

  Aku mulai merasa,
merasa kalau aku telah kehilangan suatu hal yang sangat penting,
 Anything common,

kamu tahu itu apa???
  Iya,itu kamu.

kamu,dan segala hal tentang kamu  :( 

Aku rindu.

Aku rindu,
  pesan singkat dari mu di pagi hari.

"Selamat pagi kesayangan,good luck buat hari ini" 

dan  kamu tahu? 
  aku tidak pernah bosan dengan pesan singkatmu di pagi hari itu.

aku rindu,
 bagaimana senangnya dulu setiap aku bertemu denganmu lagi lagi dan lagi untuk yang kesekian kalinya. 

Aku rindu,
 gemetar,menunggu balasan surat dari mu yang selalu kamu titipkan kepada rizki,

dan saat surat itu datang aku akan tersenyum salah tingkah ,membacanya,lalu aku  akan menyimpannya di buku matematika dan di antara selipan rumus rumus,kamu selalu membantu ku mengerjakan setiap soal matematika,

karena surat ini adalah kamu dan kamu adalah perasaan ku,
 iya kamu adalah otak kanan ku ^_^

Aku rindu,
  saat aku berfikir keras,tersenyum,
lalu berusaha  memikirkan kalimat2 balasan yang lucu , agar kamu di seberang sana dapat tertawa.

karena kata orang,cara mudah untuk membuat wanita jatuh cinta adalah dengan membuatnya tertawa.

aku harap itu benar dan berlaku untuk kamu.

Semuanya memang menjadi terasa seperti harus tanpa cacat setiap kata perkata yang aku rangkai kepadamu,

Karena aku bisa Jadi kehilangan kamu,

Tapi. . . .

yang paling penting sekarang  aku telah kehilangan kamu sekaligus kenangan kenangan mu yang telah tertanam.

Monika,apa kamu tahu ?  
  Sepertinya aku bodoh , aku lupa,
Aku lupa bagaimana cara tuhan dapat memisahkan sepasang insan manusia yang sedang mencinta.

Memisahkan antara aku dan kamu,yang harus nya saat ini menjadi Kita.

Aku sempat mencari kamu di  sosial media  facebook dengan nama Monika,Monica sampai Monicha
Allparizii Cchiieyuriiekky Aqiienarraqha.
  *besok nya aku ke dokter mata*
 dengan harapan kita bisa kembali mengulang cerita, tapi hasil nya sama saja -Nihil.

Aku lalu duduk terdiam sejenak,
  pergi kedapur lalu membuat secangkir  teh, bukan kopi,
kamu tahu kenapa?
karena kopi mungkin terlalu pahit untuk saat ini.

 hingga akhirnya aku tersadar ,

  kalau tuhan memisahkan kita dengan cara yang berbeda,

semua sudah bukan lagi tentang  jarak ataupun waktu tapi Alam.




Terima kasih atas waktumu selama ini.
Terima kasih atas hubungan yang indah.
Bahagialah kamu di surga sana.
dan hari ini aku akan menyimpanmu bersama kenanganmu dengan rapih di sini.

Sampai kapan? Entahlah.
  Mungkin sampai hati ini beku tidak bisa merasa lagi dan Akhirnya Mati.


-Monika Afrianda Putri  :*



  



 


 

0 comments:

Post a Comment